Tips Penting Mengemas Barang untuk Ekspor
Eksportir harus mengetahui persyaratan pengiriman internasional, terutama pada barang dalam kemasan. Mereka harus mengingat empat potensi masalah ini saat merancang peti pengiriman ekspor: kelembapan, kelebihan berat, kerusakan, dan pencurian.
Secara umum, kargo diangkut dalam wadah. Namun, pada beberapa waktu, mereka dikirim sebagai kargo breakbulk. Selain penanganan standar yang dihadapi dalam transportasi domestik, pengiriman barang breakbulk melalui Pengiriman Barang Internasional laut dapat dimuat di atas kapal dengan jaring atau dengan chute, conveyor, atau sling, yang menambah beban pada paket.
Selama pengangkutan, barang dapat mengalami kontak kekerasan dengan atau ditumpuk di atas barang lain. Fasilitas penanganan di luar negeri mungkin kurang canggih dibandingkan di AS atau di negara dunia pertama lainnya, dan kargo dapat dijatuhkan, didorong, digulung, atau diseret selama proses pembongkaran, saat diangkut Perusahaan Freight Forwarders melalui bea cukai, atau saat transit ke tujuan akhir. .
Kelembaban terus menjadi perhatian, karena kondensasi dapat berkembang sementara kargo disimpan di kapal, bahkan jika kapal dilengkapi dengan dehumidifier dan AC. Sisi lain dari masalah ini adalah bahwa kargo mungkin telah diturunkan dalam curah hujan, atau pelabuhan asing mungkin tidak memiliki fasilitas penyimpanan. Pencurian dan pencurian adalah risiko tambahan.
Beberapa pembeli sudah familiar dengan sistem pelabuhan asing, sehingga mereka sering menentukan persyaratan pengemasan, jika tidak barang harus disiapkan dengan menggunakan pedoman berikut:
* Kemas barang dalam wadah yang kuat, terisi dan disegel secukupnya.
* Untuk memberikan bracing yang tepat pada wadah, pastikan bobotnya terdistribusi secara merata.
* Barang harus dalam palet dan dimasukkan ke dalam kontainer jika memungkinkan.
* Paket dan pengisi harus terbuat dari bahan tahan lembab.
* Untuk menghindari pencurian, jangan tulis nama merek atau konten pada kemasan. Gunakan segel, tali pengikat, dan pembungkus menyusut.
* Gunakan wadah dari operator atau perusahaan leasing swasta. Kontainer tersebut bervariasi dalam ukuran, konstruksi, dan material dan dapat menampung sebagian besar kargo. Namun, mereka paling cocok untuk bentuk dan ukuran paket standar. Kontainer besar berpendingin dan cair biasanya juga tersedia. Beberapa kontainer yang merupakan trailer semi truk diangkat dari rodanya, diletakkan di atas kapal di pelabuhan ekspor, kemudian dipindahkan ke roda lain di pelabuhan impor.
* Biasanya, pengiriman udara membutuhkan pengemasan yang lebih ringan dibandingkan dengan pengiriman laut, meskipun pengiriman tersebut harus tetap dijaga dengan baik, terutama jika sangat mudah dicuri. Dalam banyak kasus, kemasan standar domestik sangat dapat diterima, terutama jika bahannya kokoh dan tidak ada masalah untuk kemasan pajangan. Dalam kasus lain, konstruksi tri-dinding uji tinggi (lebih disukai setidaknya 250 lbs per inci persegi) atau kotak karton lebih dari cukup.
* Karena biaya transportasi ditentukan oleh berat dan volume, bahan pengemas yang diperkuat dan ringan khususnya dikembangkan untuk ekspor. Mengemas produk untuk mengurangi berat dan volume sekaligus memperkuatnya dapat menghemat banyak uang dan pada saat yang sama memastikan bahwa produk dikemas dengan benar. Sangat disarankan untuk memanfaatkan layanan pengemasan profesional dari perusahaan ekspedisi jika pemasok tidak mampu melakukannya. Layanan seperti itu biasanya ditawarkan dengan biaya yang wajar.
Comments
Post a Comment